5 Support DOTA 2 Asal SEA Yang Dapat Jadi Panutan

5 Support DOTA 2 Asal SEA Yang Dapat Jadi Panutan

5 Support DOTA 2 Asal SEA Yang Dapat Jadi Panutan – Masih fresh diingatan kala Envy melaporkan pemain support di SEA katanya membatasi pertumbuhan scene SEA itu sendiri. Bersama dengan Universe dalam interviewnya berjudul “NA AT SEA”, pemain dari SEA lebih banyak memilah kedudukan core dibanding support. Walaupun disatu sisi point tersebut benar, tetapi buktinya terdapat pula support-support papan atas yang lahir dari server sangat beracun di DOTA 2. Siapakah mereka?

5 Support DOTA 2 Asal SEA Yang Dapat Jadi Panutan

1. Anucha “Jabz” Jirawong (Thailand) – Mineski

Pemain kelahiran tahun 1998 ini jadi catatan gabung support panutan awal sebab berbekal pengalaman sedikit dia telah sanggup mengantar Mineski berkancah di persaingan papan atas DOTA 2. Di usia 16 tahun dia menjejakkan diri ke handal gaming serta dengan kilat mencuri atensi pemain sekaliber IceIceIce buat membentuk regu bersama.

Walaupun tidak temukan berhasil berarti, Jabz senantiasa diboyong IceIceIce kala berpindah ke Mineski. Disitu kedudukannya kian nampak bersinar paling utama game supportnya yang berani serta inovatif. Mempunyai latar balik pemain mid, Jabz ketahui sekali waktu yang pas buat melaksanakan gank serta berotasi. Dengan hero andalan berbagai Clockwerk, Skywrath Mage serta Earth Spirit, dia begitu fleksibel dalam bermain serta bersama Ninjaboogie, mereka jadi tandem mematikan di Mineski. Sebagian pencapaian Jabz antara lain juara awal di PGL Open Bucharest serta DAC 2018, posisi kedua di Starladder i-League Season 3 serta top 3-6 finish di sebagian turnamen Pro Circuit.

2. Timothy John “Tims” Randrup ( Filipina) – TNC Predator

Baru berumur 20 tahun tetapi telah digadang-gadang selaku salah satu support terbaik dunia, paling tidak segeintir support terbaik yang berasal dari SEA. Tims jadi senjata utama TNC buat menang dengan hero andalannya Naga Siren, Chen serta Earth Spirit. Pemain yang mengidolakan Kaka dari Newbee ini awal mulanya ialah bagian dari Execration bersama Abed yang mencuri atensi di tahun 2016. Kala itu memupus harapan regu kokoh sekelas compLexity dapat tampak di main event TI, cerita Tims serta Execration membekas selaku salah satu momen terbaik di TI6.

TNC dikala ini jadi trinity kekuatan SEA bersama Mineski serta Fnatic. Sering kali mereka bersama mengalahkan serta saat ini ketiga wakil terbaik SEA hendak tampak di International ke-8. Tims bersama TNC sudah torehkan banyak pencapaian gemilang semacam juara 1 di WESG 2016 yang menghadiahi mereka $800.000 serta finish 4 besar diberbagai turnamen Pro Circuit masa kemudian

3. Djardel “DJ’. Mampusti (Filipina) – Fnatic

Salah satu nama support mematikan yang senantiasa tuai pujian di masing-masing penampilannya. DJ merupakan wujud kreator serta pemimpin di regu manapun yang dia bela. Selaku support, dia pintar membuat game berkelas, persis semacam yang diharapkan oleh mayoritas orang apabila membayangkan wujud support sempurna.

Bakatnya diiringi dengan nyali memainkan hero-hero support berbahaya semacam Crystal Maiden sampai yang membutuhkan mekanikal besar berbagai Enigma, Enchantress serta Earth Spirit buatnya jadi peninggalan berharga di Fnatic. Seragam dengan Jabz, dia mempunyai latar balik selaku pemain mid yang profesional sehingga dia kaya perspektif tentang melaksanakan ganking serta rotasi yang baik. Fun fact tentang DJ, sebab nama aslinya, Djardel, mirip dengan nama Sniper ialah Kardel, dia pernah spamming Sniper selama sejauh masa sekolahnya bermain DotA.

Fnatic menjajaki banyak turnamen masa ini serta seluruh berkat andil DJ mereka sanggup finish memuaskan apalagi berikan perlawanan sengit pada regu kokoh dari barat.

4. Tri “Jhocam” Kuncoro (Indonesia) – BOOM.ID

Terdapat nama Indonesia diantara support-support bersinar di Asia Tenggara. Jhocam ialah talenta yang masih sangat sangat jarang di tanah air. Permainannya jadi kunci keberhasilan BOOM.ID setahun terakhir selaku penguasa turnamen dalam negeri Siapa yang tidak terkesima dengan aksi tendangan madun ala Jhocam kala dia mengatur Earth Spirit ataupun yang lagi digemarinya belum lama Elder Titan. Dia nyaris mahir memainkan hero apapun yang timnya butuhkan serta konsistensinya senantiasa berbuah manis.

Soal penghargaan lokal tidak butuh ditanya mungkin Jhocam telah kehilangan ruang dilemari buat menampung trofi-trofinya, di kancah internasional lah yang lagi gatal-gatalnya mau dibuktikan kalau BOOM.ID sanggup mengaum kencang. Sebagian kali tersandung mudah-mudahan menjadikan Jhocam serta BOOM.ID terus belajar serta tumbuh kalau saatnya mereka buat mewujudkan mimpi mengarah The Internasional hendak datang

5. Chan “WinteR” Litt Binn (Malaysia) – Eks-player, Coach, Caster & Analyst

Wujud pensiunan serta legendaris dari dunia support DOTA 2. WinteR sudah tampak di kompetisi paling tinggi semenjak 2011 serta menjajaki gelaran The International awal Dia nyaris tidak sempat absen dalam gelaran tersebut walaupun sudah berbeda role dengan menekuni bidang caster serta analis belum lama ini.

Walaupun begitu keahlian mendalamnya tentang DOTA 2 dia miliki berkat mendalami kedudukan support. Latar belakangnya selaku pemain catur berprestasi telah menggambarkan betapa kayanya pemain ini hendak strategi serta mind permainan yang tidak terprediksi.

Terakhir, dia padat jadwal menempuh kedudukan coaching. Pernah berlabuh di Mineski, saat ini dia menggodok regu baru Battle Arena Elites. Apabila dia lagi terjun ke pub permainan WinteR senantiasa setia dengan kedudukan supportnya serta kerap nampak memakai Winter Wyvern, Bane serta alterasi hero support yang terkenal belum lama Walaupun dia tidak pilih-pilih sebab hasil bermainnya hendak jadi bahan kajian kenapa hero tersebut layak ataupun tidak jadi opsi di meta berusia ini.

Itu ia sebagian support panutan opsi Esports.ID, jangan kecil hati ya sobat menempuh kedudukan support, sebab kedudukan tersebut sangat jarang oleh sebab itu pemain yang hebat hendak sangat diperlukan Mudah-mudahan sukses.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *