Contents
5 Regu Mengejutkan Di M1 MLBB World Championship 2019 – M1 World Championship 2019 yang diselenggarakan di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia sudah usai. Laga tim-tim MLBB terbaik dari bermacam belahan dunia yang bersama berebut total hadiah sebesar 250.000 USD ini nyatanya masih menyisakan banyak perihal menarik.
5 Regu Mengejutkan Di M1 MLBB World Championship 2019
Alasannya terdapat sebanyak 16 regu dari 14 negeri berbeda yang tanding di ajang M1. Tetapi cuma terdapat 2 regu dari tiap tim yang berhak lolos ke babak playoff. Pasti fase group stage jadi tahapan sangat menyulitkan, terlebih banyak regu yang belum sempat berjumpa satu dengan yang lain Tidak sedikit pula tim-tim unggulan yang malah hadapi kekalahan dalam fase ini.
Regu mana saja yang sukses membagikan kejutan, ataupun malah berakhir kurang baik Berikut ini 5 regu mengejutkan di gelaran M1 World Championship 2019!
10s Gaming Plus
Wakil dari Jepang ini memanglah tidak habisnya membuat decak kagum di panggung M1. Butuh digarisbawahi kalau Jepang belum sempat mengirim wakilnya di panggung internasional Mobile Legends sebab memanglah baru awal kalinya MLBB menggelar turnamen tingkatan dunia, yang mana lebih dahulu cuma terdapat kompetisi internasional di lingkup Asia Tenggara (MSC).
Terlepas dari itu, mereka sanggup menampilkan game yang sangat menghibur serta menarik untuk para fans. Apalagi regu yang berisikan Obuyan, Totaka, Tomebo, Pappa, serta Surei berhasil menghentikan game beberapa regu terbaik Asia Tenggara. Terletak di Tim D bersama EVOS Legends, ONIC PH, serta Deus Vult (Rusia, yang digadang selaku tim neraka M1 malah sukses ditaklukkan oleh wakil Jepang ini.
Terlebih lagi, terdapat ONIC PH yang jadi runner-up di MPL PH Season 4. Kemudian EVOS Legends, si juara MPL ID Season 4, dan wakil kualifikasi Rusia, Deus Vult, yang mempunyai style game disiplin. Torehan manis warnanya berhasil dikemas oleh 10s Gaming Plus dengan mengamankan posisi kedua, serta cuma menelan satu kekalahan melawan EVOS Legends, si pemuncak tim
Di babak playoff, 10s Gaming senantiasa bermain mengejutkan sehabis menekuk regu tuan rumah, Axis Esports. Walaupun demikian, Todak yang pula wakil Malaysia sanggup menuntaskan misi balas dendam dengan hasil sengit 2-1 melawan 10s Gaming Plus.
10s Gamins Plus kesimpulannya menempati posisi 5-6 serta bawa kembali hadiah sebesar 8000 USD di Axiata Arena, Malaysia. Debut perdananya ini bukanlah kurang baik buat regu Jepang di ranah kompetitif Mobile Legends: Bang Bang kelas dunia.
Burmese Ghouls
Regu yang telah tidak asing di ranah MLBB ini lebih dahulu telah langganan tampak di gelaran dunia Mobile Legends tingkatan Asia Tenggara, semacam MSC 2018 serta 2019. Segudang pengalaman dan gampelay yang dinamis membuat Burmese Ghouls mendapatkam tempat selaku salah satu regu MLBB terbaik di Asia Tenggara.
Berkomposisi ACE007, ICEICE, PVNDV, Kid001, serta MayBe, Burmese Ghouls berhasil memuncaki Tim B tanpa sekalipun menelan kekalahan. Lawannya pula tidak gampang ialah Axis Esports, Team Gosu, dan Candy Comeback. Walaupun lembut di group stage, tetapi cobaan mereka baru terasa sang babak playoff.
Si juara MPL ID S4, EVOS Legends langsung jadi tantangan awal Burmese Ghouls di upper bracket. Menemukan 2 kekalahan, Maybe dkk langsung turun ke lower bracket buat berhadapan dengan Sunsparks. Walaupun pernah terjalin aksi bersama kejar poin antar kedua regu ini, Burmese Ghouls sukses mengalahkan jawara MPL PH S4.
ONIC PH
ONIC PH dibangun buat mengekor kesuksesan ONIC Esports di masa keemasannya dikala sukses menjuarai MPL ID S3 serta MSC 2019. Kedatangan regu berbasis Filipina ini dibangun buat menjajaki ajang MPL PH Season 4.
ONIC PH sendiri ialah runner-up di gelaran MPL PH Season 4 sehabis pertandingan sengit melawan Sunsparks di babak grand final. Menjelang satu kemenangan guna mengukuhkan status selaku juara, ONIC PH malah menerima comeback getir serta wajib puas di posisi kedua.
Selaku wakil kedua Filipina di M1 World Championship, ONIC PH menempati Tim D yang berisikan EVOS Legends. 10s Gaming Plus, serta Deus Vult. Performanya yang kurang baik di babak group stage sehabis kalah melawan EVOS Legends serta 10s Gaming plus membuat regu ini menempati posisi bontot serta menghapuskan impiannya buat berlaga di babak playoff.
Gugur di babak group stage, ONIC PH juga angkat koper lebih dini dari gelaran M1 dengan menempati posisi 13-16, serta cuma bawa kembali hadiah 3.000 USD.
EVOS SG
Regu juara dari jalan turnamen ialah nama-nama yang pantas buat diwaspadai, semacam wakil dari negeri yang lain EVOS SG muncul selaku juara MPL MY/SG sehabis mengalahkan Todak di partai final.
Tetapi pada babak group stage M1, mereka ditempatkan pada Tim A bersama RRQ Hoshi, VEC Fantasy Main, serta Impunity KH. Regu ini tidak sanggup menampilkan keagresifannya serta menutup ekspedisi mereka di M1 lebih dini
Tim A kesimpulannya didominasi oleh RRQ Hoshi serta VEC Fantasy Main yang meloloskan keduanya ke babak playoff. Perihal ini lumayan memalukan sebab posisi kedua MPL MY/SG Todak serta posisi ketiga Axis Esports malah berhasil melaju ke babak playoff.
Dengan kata lain, EVOS Esports jadi satu-satunya juara MPL yang tidak lolos ke main event M1 World Championship di Axiata Arena, Malaysia. Armada harimau putih Singapura menempati posisi 13-16 serta bawa hadiah sebesar 3.000 USD.
Todak
Selaku runner-up MPL MY/SG Season 4, Todak pula memperoleh banyak sokongan dari para fans di Axiata Arena buat menyemangatinya selama sejauh babak playoff. Pencapaian akhir regu ini pula lumayan memuaskan ialah di posisi ketiga sehabis kalah melawan RRQ Hoshi di final lower bracket dengan skor 3-1.
Todak sendiri jadi juara Tim C sehabis menorehkan 7 poin di atas Sunsparks, Evil Esports, serta GEO Esports. Kemenangan tersebut menempatkan Todak di upper bracket, tetapi sayang dikala mengalami RRQ Hoshi, regu ini wajib menelan kekalahan 2-0 serta turun ke lower bracket.
Walaupun turun ke lower bracket, Cikkuuu dkk sukses membagikan game yang menawan dengan mengalahkan tim-tim kokoh semacam 10s Gaming Plus serta Burmese Ghouls. Hingga kesimpulannya Todak kembali dipertemukan dengan RRQ Hoshi di final lower bracket. Sayang, pengalaman serta strategi RRQ yang lebih kaya membuat mereka kembali berhasil menghentikan Todak buat kedua kalinya.
Todak menutup gelaran M1 World dengan bawa kembali hadiah sebesar 20.000 USD, menduduki posisi ketiga di gelaran dunia Mobile Legends: Bang Bang.
M1 World Championship sendiri menobatkan EVOS Legends selaku juara dengan kemenangan tipis melawan RRQ Hoshi di partai final. Si armada harimau putih berhasil mengawinkan gelar MPL ID S4 serta M1 World Championship 2019.
Gelaran akbar Mobile Legends: Bang Bang juga terus bersinambung serta kali ini Indonesia siap jadi tuan rumah di gelaran M2 World Championship 2020 mendatang. Hendak tersaji pertandingan hangat penuh tensi serta tekad regu terbaik dari masing-masing regional sampai game kelas dunia dari orang bertalenta.
Mampukah EVOS Legends mempertahankan gelar juara mereka di M2 World Championship mendatang? Ataukah nama-nama baru yang malah merengkuh gelar juara di pertandingan akbar Mobile Legends selanjutnya Ataupun giliran wakil negeri lain yang jadi juara serta mengalahkan wakil Indonesia selaku tuan rumah? Gimana pendapatmu Sobat Esports?