Contents
5 Player Esports Sangat Serbabisa Jago Di Banyak Permainan – Bermain permainan ibarat menyantap santapan untuk pecinta kuliner. Nyaris seluruh tipe permainan tentu sempat dicoba serta dinikmati. Tetapi semacam filsafah santapan tersebut, terdapat sebagian yang memanglah selera serta sangat sesuai buat seorang.
5 Player Esports Sangat Serbabisa Jago Di Banyak Permainan

Semacam gamer handal yang umumnya hanya fokus pada satu disiplin ataupun cabang permainan esports. Tetapi terdapat pula pro player yang nyatanya mahir di permainan esports lain. Ini yang membedakan gamer biasa dengan gamer yang telah bekerja keras, plus memiliki bakat natural Kira-kira, siapa saja pro player yang mahir di banyak permainan esports?
Entruv
Alex “Entruv” Prawira merupakan wujud gamer handal Indonesia yang diketahui sebab keahliannya memainkan bermacam-macam genre permainan mulai dari MOBA hingga FPS. Mulanya, Entruv diketahui selaku top player DOTA 2 di region Amerika Utara. Pernah jadi pemain hingga pelatih, Entruv setelah itu hijrah ke ranah battle royale di tahun 2018 bergabung regu Aerowolf divisi PUBG.
Entruv lumayan kenyang pengalaman bermain permainan baik itu casual ataupun kompetitif. Dia juga telah menjajaki bermacam kejuaraan mulai dari kelas nasional, regional serta internasional. Player satu ini tidak butuh waktu lama buat menyesuaikan diri dari MOBA ke tembak-tembakan berbagai FPS hingga battle royale sehingga layak diucap selaku gamer serbabisa.
Inyourdream
Figur player DOTA 2 yang bisa jadi sangat disukai gamer Indonesia dikala ini merupakan Inyourdream. Gamer bernama asli Muhammad Rizky ini sering jadi incaran regu DOTA 2 besar di kelas Asia hingga dunia sebab keahliannya. IYD memanglah sangat profesional mekaniknya bagus serta pula serbabisa memainkan role lain diluar spesialisasinya ialah midlaner ataupun carry.
Kadangkala IYD tidak hanya bawa kabar soal prestasi anyarnya di dunia DOTA 2. Tahun 2018 kemudian IYD dinobatkan selaku Dancer of the Year dalam permainan AyoDance. AyoDance diketahui selaku permainan yang memerlukan kecepatan kordinasi antara tangan, fokus mata serta reflek, normal saja jika dia mempunyai jemari yang kilat kala memencet tombol-tombol di keyboard. IYD pula penggemar berat CS:GO walaupun belum terdapat gejala jika dia mau jadi pro player di genre FPS tersebut.
Supernayr
Dari MOBA, FPS hingga battle royale, tidak terdapat permainan yang tidak dapat dipahami Ryan Prakasha alias Supernayr. Torehan prestasinya pula telah menumpuk dari seluruh cabang permainan esports yang dia tekuni. Sebagian antara lain juara awal WCG 2011 serta 2013 Indonesia (Cross Fire) , 1st Place CFS 2013 serta 2014 Indonesia (Cross Fire) , 1st place IESF 2016 (League of Legends), juara awal di bermacam turnamen Overwatch semacam WOG tournament, Overwatch SEA Tournament, Overwatch Singapore Tournament, Overwatch Lion Cup Singapore tournament serta masih banyak lagi.
Dikala ini, Supernayr lebih diketahui selaku pemain PUBG baik itu tipe KOMPUTER maupun mobile. Keduanya dapat dia kuasai dengan skill di atas rata-rata.
Microboy
Dijuluki selaku support PUBG Mobile terbaik, Nizar ‘Microboy’. Lugatio telah mengecap titel juara dunia bersama Bigetron RA. Dia saat ini menjajaki tantangan baru dengan bergabung bersama EVOS Esports di divisi PUBG Mobile.
Tetapi latarbelakang Microboy bukan hanya pakar tembak-menembak, dia apalagi sempat menjajal kerasnya persaingan di Mobile Legends Professional League Season 2. Sayangnya, dia kandas menembus babak playoffs kala itu. Kedudukannya di Mobile Legends pula tidak jauh dari wujud penyokong ialah support mage.
Kalau-kalau EVOS Legends perlu pemain, Microboy dapat saja turut trial serta malah masuk ke divisi Mobile Legends mereka. Ataupun apabila kalian bosan memandang sang Coboy main permainan kalian bisa jadi terhibur dengan bakat yang lain ialah bernyanyi lagu-lagu Jawa, Campursari hingga Dangdut Koplo.
Ana
Dewa DOTA 2, Anathan “Ana” Pham benar-benar berbakat jika urusan main permainan Bersama timnya OG Esports, dia tercantum selaku 5 pemain beruntung yang sempat menjuarai The International DOTA 2 sebanyak 2 kali. Hebatnya, perihal itu dia jalani secara berturut-turut sementara itu terdapat kepercayaan jika regu pemenang TI lebih dahulu bakalan kandas di percobaan berikutnya Apalagi juara TI awal mereka mematahkan kutukan juara bergilir yang harusnya jatuh ke regu dari daerah timur ataupun Asia.
Susah mengenali seberapa batasan keahlian Ana, dirinya cuma menjajaki turnamen jika dia ingin Saat sebelum TI 2018, Ana pernah break berkompetisi, kemudian turut lagi dikala OG perlu pemain. Ana setelah itu pensi lagi sehabis juara serta gabung lagi buat mewujudkan mimpi jadi juara TI 2 kali di tahun 2019. Setelahnya, Ana rehat lagi.
Tetapi tidak hanya piawai di DOTA 2. Terkini Ana pamer peringkatnya di permainan FPS terkini keluaran Riot Permainan ialah Valorant. Ana apalagi telah menggapai rank paling tinggi di permainan tersebut ialah Radiant. Jika saja Ana bernazar gabung regu serta menjajal kompetisi Valorant yang terdapat bisa jadi dia telah jadi dewa pula di titel tersebut.
Itu ia 5 pemain esports yang nyatanya jago pula di permainan esports lain. Apakah ada Sobat Esports yang merasa jika berbakat pula semacam 5 pemain di atas?