Contents
5 Midlaner Terbaik SEA Mana Yang Sangat Jago Bagi Berdasarkan Kalian – SEA tidaklah region yang sangat ditakuti dari totalitas zona kompetisi di DOTA 2, melainkan lebih populer sebab sikap toxic dari pemainnya. Tetapi bisa jadi kalian pula tidak menyangka kalau nyatanya kawasan ini pula melahirkan bakat-bakat midlane yang sangat berbakat serta mencuri banyak atensi penggemar sampai organisasi besar baik dalam ataupun luar SEA.
5 Midlaner Terbaik SEA Mana Yang Sangat Jago Bagi Berdasarkan Kalian

Siapa saja pemain midlane terbaik SEA? Berikut merupakan 5 pemain opsi Esports.ID, yang dinilai bersumber pada kinerja serta performanya sepanjang ini.
– Abed “Abed” Yusop
Pemuda berumur 18 tahun ini mencuri atensi komunitas DOTA 2 pada Wild Card The International 6 dengan game Meepo-nya. Ditenggarai selaku salah satu hero tersulit buat dimainkan, Abed malah tunjukkan keahlian yang susah ditafsirkan kata-kata kala mengatur hero keroyokan ini. Saking hebatnya, Meepo harus di-ban kala regu manapun berhadapan dengan Abed.
Penampilan memukaunya sudah curi atensi regu Amerika Utara, hingga kesimpulannya Abed juga melanjutkan karir mudanya di negara paman Sam. Di situ ia menuai banyak ilmu serta berlatih sangat keras sampai jadi pemain awal yang sukses menembus angka 10.000 MMR, paling tinggi di dunia.
Abed kembali ke SEA buat bergabung pada Fnatic pada November 2017 silam atas ajakan dari EternalEnvy. Di region ‘toxic’. ini, ia senantiasa terdapat di urutan paling atas pemain top MMR dunia. Tetapi saat ini diiringi persaingan yang sengit dari sesama pemain SEA lain yang nyatanya tidak kalah trengginas.
Bukan hanya Meepo, Abed pula piawai kendalikan Queen of Pain, Invoker, Ember Spirit, serta Dragon Knight, yang ialah sebagian kecil dari sekian hero andalannya pada turnamen ataupun pub permainan
– Yeik “MidOne” Nai Zheng
Pemain dengan ciri flashy serta giat melaksanakan game menawan berbahaya besar ini awali karir dengan bermain di tingkat persaingan dasar buat menimba ilmu serta pengakuan. Kemenangan di salah satu turnamen lokal membawanya pada pantauan Fnatic yang pada setelah itu meminangnya.
Di Fnatic, nama MidOne selaku midlaner Asia Tenggara kian santer apalagi kerja kerasnya membuahkan prestasi selaku pemain awal yang memegang angka 8000 MMR di server Asia Tenggara. Bersama Fnatic, ia berkesempatan tampak di ranah kompetisi yang lebih besar sekalian berjumpa tim-tim terbaik dunia sampai kesimpulannya Team Secret jatuh hati pada game berani MidOne.
Pemuda 22 tahun ini kesimpulannya bergabung bersama kapten Puppey pada bulan Agustus 2016 sehabis 9 bulan kiprahnya bersama Fnatic. Dengan sokongan dari organisasi yang lebih besar, ia juga torehkan banyak prestasi orang semacam pemain awal yang capai 9.000 MMR di server Eropa plus perintis buat tembus 10.000 MMR di SEA. Sedangkan prestasinya di regu pula tidak kalah mentereng dengan sabet sebagian gelar Pro Circuit dan trofi di luar format Valve, pada musim-musim lebih dahulu
Seperti midlaner sejati, dirinya andal memainkan Shadow Fiend, Invoker, Ember Spirit, serta Lina. Agresifitas serta keyakinan dirinya membuat Secret sangat tergantung kepada MidOne buat menghasilkan keunggulan. Team Secret pula ‘nanggok’. sebab sangat sedikit pemain yang dapat unggul satu lawan satu lawan MidOne.
– Kam “NaNa/MooN” Boon Seng
Pemain yang bercitra lumayan kurang baik di mata penikmat DOTA 2 Indonesia sebab aksi “unpause” kontroversial kala mengalami salah satu regu Indonesia. Tetapi tidak dapat dipungkiri prestasi serta permainannya melejit semenjak dipimpin oleh Mushi di dasar regu Mineski.
NaNa yang saat ini lebih memilah nickname MooN jadi kunci game Mineski di masa ini, paling utama game Shadow Fiend serta Invoker-nya. Bersama dengan IceIceIce, dialah wujud playmaker sejati di Mineski sedangkan Mushi lakoni kedudukan farming.
Saat sebelum gabung Mineski, NaNa telah ukir reputasi sendiri dengan membawa WG.Unity, regu asal Malaysia dengan ikuti hajatan Boston Major di tahun 2016, apalagi finish di peringkat tengah.
Ciri utamanya merupakan konsistensi dalam laning. Walaupun tidak lumayan banyak bermain flashy tetapi stabilitas permainannya menjadikan NaNa lawan yang tangguh di midlaner.
– Armel Paul “Armel” Tabios
Midlaner anyar dari TNC Predator hendak unjuk gigi di TI8 Agustus nanti. Lebih dahulu bersama Clutch Gamers, ia hanya peluang mejeng di turnamen regional dengan hasil-hasil medioker. Beruntung sahabat senegaranya di Filipina mengajaknya gabung di TNC Predator, walaupun wajib ‘menurunkan’. KuKu ke support 5.
Tetapi perihal itu terbayarkan dengan performa eksplosif dari si midlaner paling utama dengan hero andalannya berbagai Outworld Devourer, Puck, serta Bloodseeker. Kedatangan Armel jadi penerus bakat-bakat midlane SEA yang berkiprah di ajang The International sambil terus pancarkan mutiara tersembunyi di region ter-toxic zonasi DOTA 2.
Keunggulan Armel merupakan kekompakannya bersama rekan TNC Predator. Cenderung tidak egois dalam farm ataupun kill, apalagi senantiasa sedia berotasi di tiap peluang Itu pula yang jadi kelebihan dari TNC serta kenapa regu ini sukses menumbangkan banyak regu besar melalui kerjasama masing-masing pemainnya.
– Muhammad ” InYourDream” Rizky
Pemain terakhir pasti saja bakat asal Indonesia, InYourDream. Pemegang rekor MMR paling tinggi dunia sukses mencuri atensi komunitas DOTA 2 melalui game cantiknya di server SEA. Pasti IYD masih perlu pembuktian tampak di ajang mancanegara bergengsi, tetapi perihal itu hendak lekas terwujud dengan penampilan beringasnya bersama TNC Tigers sepanjang ini.
Kebolehan IYD tidak dapat diragukan lagi, ia sempat ‘adu. jotos’. dengan Miracle-, No[o]ne, hingga pemain kelas dunia yang lain serta menang kala mereka berkumpul di server SEA buat menjajaki ESL One Genting. Dikala ini pula rivalitas pub matchnya dengan Abed, kelompok TNC Predator, serta NaNa lumayan sengit memperebutkan peringkat awal leaderboard SEA.
Salah satu keunggulan IYD merupakan fleksibilitas serta alterasi heronya yang luas. Sanggup menari dengan hero midlane klasik semacam Invoker, Dragon Knight, Viper, ataupun Razor, ia pula pandai micro di sebagian peluang memakai Visage serta Meepo. Game flashy-nya pula tidak kalah silau apabila dirinya memakai Shadow Fiend, Ember Spirit, ataupun Storm Spirit.
Apalagi inisiatifnya selaku playmaker memakai Magnus serta Earthshaker sering mencengangkan viewers melalui video highlight yang mulai banyak di-upload kanal Youtube luar. Ditambah aksi Kunkka dengan Tidebringer presisi + skill Armlet Toggling dari IYD makin menunjukkan pemain ini sangat hasrat belajar serta mau jadi yang terbaik di DOTA 2.
Sayang, salah satu peluang terbaiknya menjajaki TI8 kemarin wajib diurungkan sehabis TNC Predator sanggup comeback dramatis melawan TNC Tigers. Tetapi dari sudut pandang positif, pasti perihal itu baik buat berikan pelajaran untuk IYD dalam memahami ranah kompetitif SEA lebih dahulu saat sebelum bertransisi ke tingkat mancanegara. Dengan begitu mudah-mudahan hasilnya dapat lebih baik sebab secara mental ia telah siap bersaing dengan player terbaik di dunia.
Itu ia sosok-sosok pemain Midlaner SEA Terbaik opsi Esports.ID! Pemain mana yang jadi pilihanmu serta apa alibi kalian menjagokannya?